Saturday, 19 January 2013

Daun-daun yang Berguguran

Daun yang berguguran

Daun hanyalah daun

Tak dinyana tak dikira

Ia diam-diam selalu menemani

Tak hentinya menatap langit


Daun hanyalah daun

Tapi pesona jingganya memukau

Tangkai sarat kerinduan kasih

Selalu temani yang sendiri



Namun saat waktu sudah buram

Tiba masa ia berguguran

Dihempas angin dilepas badai

Tinggallah awan sepi sendiri


Daun hanyalah daun

Tak ada lagi waktu menoleh

Menatap bahkan menyapa

Sungguh tangan sudah renggang

0 jejak yang berarti ^^:

Post a Comment