Wednesday, 21 November 2012

MIRUKU

Di sini terbaring: Miruku


Bismillah

Kehilangan, sekali lagi, menjelma begitu nyata. Sangat nyata hingga membuyarkan semua keping kenangan yang telah terekam begitu indah. Kehilangan, sekali lagi, membenturkan hati begitu keras. Memeriakkan pilu yang terus menusuk kedua pelupuk mata. Merasuk begitu halus, hingga bulir-bulir kehilangan ini tak hentinya berpacu deras, terus mengalir.

Hilang. Satu kata yang terlalu cepat menjemputmu. Tak peduli dengan usiamu yang masih sangat hijau. Tak peduli dengan tubuhmu yang masih sangat rapuh. Tak peduli dengan sedikitnya denting waktu kebersamaan kita. Meskipun itu adalah jalan terbaik untukmu dariNya. Lagi-lagi, terbentur dengan kuasaNya. Bahwa tak ada yang abadi selain Dia.

This entry was posted in

Sunday, 18 November 2012

Dekapan Ibu



Bismillah
             

            ...
“Tapi, bukankah sama saja seperti kupu-kupu yang dikurung di dalam toples? Kupu-kupu itu ingin terbang, melihat dunia! Tapi mengungkungnya terus? Justru itu akan membuat sayapnya bertambah rapuh, bukan?”

“Dengarkan dulu... Begini... Perumpamaannya... Hm, bagaimana, bila seorang ibu memeluk anaknya, lalu anak itu menolak atau menangkis pelukan ibunya? Apa yang kira-kira akan dilakukan sang ibu?”

Menatap langit biru di atas. Mencari jawaban di sela-sela awan putih yang berarak pilu. Akhirnya hanya bisa menerka asal saja.



“Hm... Tentu ibu itu sedih,”

“Iya... Tapi apa yang akan dilakukannya?”

Melirik dedaunan hijau yang bergemerisik damai, seolah mengharap ada bisikan jawaban. Menutup mata. Mencoba memvisualisasikannya sendiri. Apa yang akan dilakukan sang ibu? Ah, sama saja. Buntu.

“Bukankah ibu itu akan menambah, atau mempererat pelukannya, kan?”

Pemandangan itu akhirnya muncul di hadapanku. Ah iya, tentu saja. Semakin si anak mengelak, semakin bertambah kuat pelukan sang ibu.

"Lalu apa yang dirasakan si anak akhirnya? Merasa tertekan! Tapi bagaimana kalau sebaliknya... Bagaimana bila si anak akhirnya menurut, dan membalas pelukan ibunya?

Sang Ibu.... akan perlahan-lahan melepas dekapannya."

--20 Oktober 2012, di bawah langit yang merona biru.

Ya, ingatlah...
Kau baru bisa memperoleh kepercayaan itu, 
bila sudah membalas pelukan mereka...

Friday, 16 November 2012

Kelebat Masa Lalu..



Kelebat masa lalu...
Ketika kelebat masa lalu itu datang mengguyur... Seiring dengan rintik gerimis yang terdengar semakin merdu. Bertalu-talu, meggemburkan semua yang telah terkubur begitu lama.

Kelebat masa lalu...
Si aku terpekur sendiri. Mengingat ia di masa lalu. Betapa gelapnya masa lalu. Betapa jauhnya ia... Jauh, jauh, sangat jauh... dari cahaya. Hanya tenggelam bertemankan hura, nista, dan gulita.

Kelebat masa lalu...
Si aku membenamkan wajahnya semakin dalam. Mengingat ia di masa lalu. Tak henti meraba-raba dalam gelap, padahal ia tidak buta. Sunyi dan hampa tanpa simfoni kalamNya, padahal ia juga tidak tuli.

Kelebat masa lalu...
Si aku mulai terisak. Mengingat ia di masa lalu. Lidah yang terus berkoar penuh kemunafikan. Tak basah oleh lafadz asma-Nya. Tangan dan kaki yang mendzolimi hamba lain...


sumber gambar

Kelebat masa lalu...


Si aku tergugu. Hujan semakin deras di kedua pelupuk matanya. Menenggelamkannya, dalam syukur akan cahaya  Rabbnya saat ini...

Saturday, 10 November 2012

Liebster Award


Bismillah

Aturan main:
1. Tiap orang yang kena tag harus nulis 11 hal tentang dirinya. 
2. Jawab pertanyaan oleh orang yang nge-tag kamu.
3. Bikin 11 pertanyaan baru buat orang yang pingin kamu tag.
4. Cari 11 orang yang 'beruntung' itu, trus link-kan ke postinganmu.
5. Kasih tau mereka kalo mereka tuh 'beruntung' dapet award ini.
6. Dilarang tag balik.
***

Tanggal 8 November saya mendapat kutukan award ini dari kak Cahya. Saya sangat terharu, meski sebenarnya ini adalah satu PR yang sangat berat karena menjawabnya berarti harus sedikit  membongkar jati diri sendiri.

Sebenarnya dulu pernah dapat pertanyaan rantai 11 seperti ini di blog lama, tapi karena sudah terlanjur terhapus, yaa terpaksa buat lagi deh. 

--11 hal tentang diri sendiri--

Thursday, 8 November 2012

Cinta...


Bismillah

sumber gambar
Cinta adalah dua suap sendok madu di pagi hari dari tangan lembut mama.

Cinta adalah dua butir kapsul albumin yang disodorkan mama sebelum ke sekolah.

Cinta adalah sebotol susu kocok dingin buatan mama sebelum tidur.

Cinta adalah dekap erat mama yang hangat sebelum pergi praktek.

Cinta adalah kecupan manis mama di pipi setelah sholat Maghrib.

Cinta adalah belaian lembut mama saat ku berkicau riuh tentang tugas-tugas sekolah.

Cinta adalah seuntai kalung kesayangan milik mama yang jadi penghilang rinduku.

Cinta adalah tatapan sayu mama saat melihat anaknya terbaring sakit di tempat tidur.

Cinta adalah saat terdengar mama memanggilku, “klubi-klubi...”

Cinta adalah suara manja mama saat minta dipijit.

Cinta adalah pelukan mama yang siap menampung dan melebur seluruh tangis tumpah gelisahku.


Cinta ada... karena mama ada. Mama yang selalu ada untuk anak-anaknya.

Mama, mama, mama...
Aku cinta Mama karena Allah... 
Moga Mama disayang Allah... :)

Tuesday, 6 November 2012

Cobaan atau Teguran?



Bismillahirrohmaanirrohiim

Ketika seseorang sedang diuji terus-menerus dengan sakitnya atau cobaan-cobaan lainnya, sebenarnya di situlah orang itu harus mulai berkutat dan berbicara dengan dirinya sendiri.
“Seorang mukmin akan terus-menerus ditimpa ujian, hingga ia berjalan di muka bumi, tanpa membawa dosa sedikitpun.” [Rowaahu Ahmad]
Dari pesan mulia Rosululloh di atas, apa yang bisa disimpulkan? Alloh ingin mensucikan hamba-hambaNya, melebur dosa hamba-hambaNya, dengan cobaan-cobaan itu.

Monday, 5 November 2012

Jangan pergi...

hujan, jangan pergi...
Mendung bergumul pelan membayang.
Terpaan angin menelisik lembut.
Tetes demi tetes, gerimis tumpah.
Angin bertiup kencang, mulai murka.
Dedaunan bergoyang-goyang, pasrah.
Rintik hujan semakin merdu.

Thursday, 1 November 2012

Balon Jeruk



Bismillah


Di tengah rongsok bau melangkah elok
Tapak kaki tanpa alas mengukur waktu
Berbalut baju kaos putih tersayang
Celana pendek lusuh mengukir syukur
Tegar tersulut di bawah terik Raja Siang

Tentang Satu Pesan



Bismillah


Pada kemilau purnama enam belas Dzulhijjah
Pada tetes rindu hujan satu November
Pada semilir angin yang membelai nakal
Pada jingga yang merona dalam senja
Awan malu-malu berarak pelan menitip pesan

Tentang satu hari yang melejit dalam ingat
Tentang satu nama yang bersemi di taman rasa
Tentang satu goresan baru dalam lembar hidup
Tentang satu jengkal baru dalam rentang asa
Tentang satu hadiah, satu tangkai berpilin do’a


Semoga diberikan selalu kebarokahan dalam umur, selalu mendapat rohmat dan ampunanNya, selalu ditetapkan hatinya dalam keimanan hingga ajal menjemput, diberikan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirot, serta bisa tercapai cita-citanya untuk bertemu Dia di surgaNya . Aamiin.

Selamat ulang tahun.