Saturday, 16 March 2013

Ada Satu Hari




Bismillah

Ada satu hari di mana kau terbangun dan tersenyum seperti pada kemilau sabit Jumadil Ula yang menggantung di angkasa lepas. Ada satu hari di mana dirimu tersentak mendapat kiriman sepercik do’a sepertiga malam yang juga beresonansi dengan tetes rindu hujan satu November yang lalu. Ada satu hari di mana kau berharap bahwa matahari di hari itu akan tersenyum untukmu dengan intensitas yang lebih besar daripada biasanya.

Meskipun yang terjadi adalah sebaliknya. Hujan memilih membahagiakanmu dengan hadirnya. Tapi teduh dan dingin memang indah. Seindah bagaimana mereka mengguyur dan menemani langkah dipercepat beraturanmu saat berjuang bertemu Pak Guru Fisika. Ah, hujan memang sahabat awan, bukan?

This entry was posted in