Monday, 20 November 2017

Tentang Aku, Kamu, dan Rindu.

Bismillah



Rinai hujan berpacu merdu menjejak tanah kota Kediri saat ini. Langit gelap menatap dari balik kungkungan gelegar petir yang menyambar. Menyisakan pilu yang merindu pada kelebat sosok yang pergi meninggalkan sekecup selamat tinggal di kening sang awan pagi itu. 

Sebulan lagi,  yang sabar ya.

Di sinilah si aku. Si awan kecil yang meratap sepi dalam kelebat hujan sore ini. Si awan kecil yang belajar untuk mendewasakan diri dalam masa penantiannya menjemput waktunya berbagi kebahagiaan mengenai si buah hati,  buah cinta kami berdua.

Di sinilah si aku. Si awan kecil yang belajar menepiskan rindunya. Hanyut dalam lautan rindu yang luas dan tak bertepi. Belajar menitipkan sosok yang sangat dicintainya itu hanya pada Sang Maha Menjaga.

Perpisahan dan rindu adalah dua hal yang paling sulit untuk dihadapi oleh hati si awan kecil ini. Hati yang masih kerdil dan merapuh dalam balutan raga yang telah beranjak dewasa.

Maafkan aku,  istrimu yang terlalu menempel ini

Di sinilah si aku. Si awan kecil yang menitipkan rindunya pada dengung mesin pesawat yang lewat di atas kepalanya.  Juga pada sekelebat hujan yang menari lincah mengiri tangis sepinya.

Di sinilah si aku.  Menatap getir pada guratan huruf-huruf di hadapannya ini. 

0 jejak yang berarti ^^:

Post a Comment