Tuesday, 18 April 2017

Hari ini, Pangeran untuk Awan Putih

Bismillah





Hari ini, ketika awan putih terbangun dengan degup jantung berpacu bersama denting waktu yang berlalu. Hari ini, ketika jemari yang dingin mulai menghangat di singgasana penantian. Hari ini, ketika berpasang mata dan lekuk senyum dipersembahkan pada awan putih, dan beratus-ratus pasang langkah menemani sang pangeran menjemput awan putih di singgasananya.



How does a moment last forever?
How can a story never die?
It is love we must hold on to
Never easy, but we try



Hari ini, ketika awan putih terhenyak dalam tangis mendengar lantunan kalamNya yang dipersembahkan oleh ayahanda dan ibunda sendiri. Hari ini, ketika awan putih akhirnya terjebak dalam haru mendengar ijab qabul akhirnya dilafadzkan dengan diawali lantunan kalamNya oleh sang pangeran. Hari ini, ketika awan putih akhirnya merona dalam desah penuh kelegaan. 




Sometimes our happiness is captured
Somehow, our time and place stand still
Love lives on inside our hearts and always will


Lihatlah betapa banyak senyum yang mengiringi cinta kita. Dengarlah betapa banyak doa yang diaminkan untuk kebahagiaan kita. Ketika cinta kita hari ini genap sebagai ibadah penyempurna iman. 





How does a moment last forever?
How does our happiness endure?
Through the darkest of our troubles
Love is beauty, love is pure
Love pays no mind to desolation
It flows like a river through the soul
Protects, persists, and perseveres
And makes us whole

Hari ini, ketika cinta kita terabadikan di bawah langit cintaNya. Hari ini, ketika akhirnya aku dan kamu menjadi kita. Melangkah bersama dalam kehidupan yang baru. Menggurat asa menggiring sang awan, bersama melintas batas antara angan dan nyata. 






Minutes turn to hours, days to years then gone
But when all else has been forgotten
Still our song lives on
That's how a moment lasts forever
When our song lives on



Subhanallah, Maasyaa Allah, Alhamdulillah. Wahai pangeranku yang telah menggenapkan dien nya bersamaku, jangan pernah lepaskan genggaman tanganmu dariku. Mari membentuk keluarga kecil kita yang sakinah, mawaddah wa rahmah, selamanya. Aamiin.







Makassar, 16 April 2017
For the one and only, my prince
Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika 
wa jama'a baynakumaa fii khoyr

*) This poem was originally a song "How Does a Moment Lasts Forever"
Beauty and the Beast original soundtrack

0 jejak yang berarti ^^:

Post a Comment