Friday, 26 October 2012

"Nekad dan Tekad"


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Maasyaa Allah. Hanya dua kata yang bisa kudeskripsikan tentangnya. “Nekad dan tekad”. Dan dua kata itulah yang membuatnya menjadi pangeran sejati. Pangeran sejati yang pemberani dan rela mengambil risiko. Hahaha. Dua kata itulah yang menjadi bekalnya melawan dan menumpas semua aral yang melintang menuju puncak tangga tertinggi menara istana Kerajaan Awan. Dua kata itulah yang menjadi bekalnya maju menghadap sang penjaga Putri Awan yang paling ditakuti Putri Awan sendiri—ayahnya.

Menghela napas sejenak. Mengingat-ngingat kembali—ada banyak bagian skenario-Nya yang mencengangkanku akhir-akhir ini. Banyak rentetan kejadian yang tak terduga. Mengapa? Kuasa Allah itu luar biasa. Allah selalu menjadi Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan do’a-do’a hambaNya. Dan hanya satu yang tidak bisa dilakukanNya. Apa itu? Menyalahi janjiNya sendiri. (^.^)

Siapa sangka? Di tengah badai yang sangat hebat, ada-ada saja rencana Allah. Tiba-tiba memekarkan sekuncup bunga harapan.



Siapa sangka? Di tengah sakitnya yang semakin parah dan keputusasaan yang semakin memuncak, Putri Awan kedatangan tamu luar biasa yang dinanti-nantinya selama ini. Pangeran sejati yang berani menghadap Sang Raja Awan. Pangeran sejati yang bersenjatakan istikhoroh dan do’a serta tekad dan nekad. Pangeran sejati yang—ehm—selalu terbisikkan namanya dalam do’a sepertiga malam Sang Putri.

***

Putri Awan yang awalnya sangat-sangat-sangat panik karena mengingat umurnya masih sangat hijau. Tapi di sisi lain saat itu dia teringat pesan mulia baginda Rasulullah SAW:

“Pertolongan Allah atas 3 orang, yakni seorang yang berjihad di jalan Allah, budak yang berusaha melunasi pembebasannya/untuk memerdekakan dirinya sendiri, dan pemuda yang menikah karena ingin terjaga.” (Rowahu At-Tirmidziy)

Tapi di balik perangkap Allah yang manis itu, siapa sangka? Ternyata masih ada jalur penuh aral dan bebatuan terjal. Yah, pada akhirnya dia tidak dapat lagi menahan bulir-bulir hujan yang mendesak keluar dari sudut-sudut di pelupuk matanya karena beberapa hari setelahnya, Sang Pangeran memberitahukan bahwa dia harus berpetualang dulu menyambung mimpi di sebuah negeri bermandikan 'ilmu.

Baiklah, tak apa. Mengapa ingin menunggu? ~Karena bodoh itu cinta. Hahaha.

Peri Merah, kepakkanlah sayapmu
Terbang, terbang membelah langit biru
Tinggi, tinggi menembus cakrawala
Mengalirlah, bersama angin dan suara alam
Menarilah, bersama awan dan deras hujan 
Peri Merah, kepakkanlah sayapmu
Terbang bebas dan lepaskan bebanmu
Tersenyumlah bersama terpa hangat sang mentari
Dengarkan baik-baik keluh rintih sang tanah
Dan bernyanyilah bersama seluruh semesta 
Peri Merah, kepakkanlah sayapmu
Tinggi, semakin tinggi mencapai atmosfer tertinggi
Banyak dahan rintangan di depan menghadang
Terbanglah, ikuti saja seruput ego semilir angin
Menuju negeri impian bermandikan 'ilmu
Peri Merah, kepakkanlah sayapmu
Saat sudah tercapai simpangan getar impian
Saat sudah di ujung rotasi terakhir pencapaian mimpi
Kembalilah dan jemput yang sabar menanti
Di perbatasan istana bermandikan awan
Teruntuk Sang Pangeran.
Tidak akan pernah melupakan “nekad dan tekad”-mu.
Insyaa Allah, jika memang Ia menghendaki,
walau bagaimana aral melintang, pasti akan dipertemukan kembali.
Biarlah kuasa Allah yang berjalan.
Terbanglah, kepakkan sayapmu ke ujung dunia mana pun yang kau inginkan.

Aku percaya takdir Allah selalu indah.

12 comments:

  1. jaga hatimu untuknya dan untukku. Sampai jumpa peri awanku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, asalkan hatimu tidak terpaut di sana saja :p
      kau harus membuatkanku desert-- apa lah itu namanya--yg jadi knangan manis trakhirmu di St.Gallen kalau pulang nanti :p
      hahaha

      Delete
  2. MAsya Allah Awan, zy lagi menulis pas banget lagi bagian yang ehm... seperti kisahmu diatas. Kebahagiaanya double deh meletup-letup di hati :)
    Hihihi... Semoga-semoga cepat lebih ke ... hhi....

    ReplyDelete
  3. MAsya Allah Awan, zy lagi menulis pas banget lagi bagian yang ehm... seperti kisahmu diatas. Kebahagiaanya double deh meletup-letup di hati :)
    Hihihi... Semoga-semoga cepat lebih ke ... hhi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, jadi iri...
      novelnya sudah jadi berapa halaman nih?
      coba waktu itu aku terima tantangannya yah -__-"
      pasti bisa nulis banyak tentang ini~*eh
      tapi terlanjur deh, sudah dekat deadline-nya...
      semangat, uzay!
      nanti kalau sudah jadi naskahnya kirim satu rangkap juga ke saya juga ya, hehehe

      Delete
  4. klo saya jadi perempuan, saya gak suka disuruh menunggu sebelum ada ikatan. banyak tanggungan yang belum tentu tidak disesalkan kedepannya. tapi, tiap orang pertimbangannya berbeda2 sih :)
    well,,, berharaplah yang terbaik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...
      tapi masalahnya udah terlanjur nyangkut
      #ehh

      ~well, tidak pernah berhenti berdo'a

      Delete
  5. anw, taqabbalalallahu minna wa minkum. selamat idul adha :)

    ReplyDelete
  6. ayo pangeran kepakkanlah sayapmu jauh ke ujung dunia sana, tapi ingat ada putri awan yang selalu menunggumu, tak mengapa kalau kau tak mengunjungi tapi sediakan beberapa saat, eh bukan... beberapa menit saja untuk mendoakan putri awan, seperti halnya putri awan yang selalu mendoakanmu

    *love-love*

    ReplyDelete
  7. menunggu memang hal yang paling tidak mengenakkan buatku, hmmmm

    salam kenal awan putih :)

    ReplyDelete