Tuesday, 3 July 2012

Nama yang Terselip



Aku menyayangimu karena Tuhanku
Cukup di sini kuselip ungkapan rasaku
Hanya Sang Maha Indah tujuanku
Menjadi pelipur laramu hanyalah mimpi
Ada senantiasa tersenyum untukmu
Di saat lelah dan jenuh menghampirimu

            Indah lantunmu dalam sunyi
            Rengkuh tangisku dalam sepi
            Fana dunia bukan harapanmu
            Akhirot kekal jadi kerinduanmu
            Nun jauh di sana tempat bertemu Tuhanmu

Asa teruntai dalam hening malam
Sendiri tersungkur di hadapan alam
Sang Raja pun turun membelah malam
Hilanglah duka berganti tenteram
Indah sungguh namamu tertulis
Dalam do’aku meringis
Di dekap rinduNya ku menangis
Insyaa Allah, jika Dia menghendaki
QodarNya 'kan pertemukan kita di waktu nanti



5 comments:

  1. ;) Insya allah
    amiiin...

    nama siapakah ituuuu?? ^.^

    ReplyDelete
  2. peri merahku, ckckck pake ku.. hahahaha

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Waaah, puisinya bagus ya mbak :)
    Dari judulnya saja saya sudah terkesan ^^

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete