Tuesday, 26 June 2012

Akan Ada Saat Nanti





Bismillah

Insyaa ALLAH...
Akan ada saat di mana nanti aku tak lagi sendiri berdiri di dalam senyap waktuNya.
Akan ada saat di mana nanti kugelar sajadahku dan engkau gelar sajadahmu.
Akan ada saat di mana nanti kita berdiri bersama, dan aku satu shaf di belakangmu, di sepenggal waktuNya yang mulia.

Akan ada saat di mana nanti engkau berdo’a dan aku mengamini, di waktu segala do’a makbul.
Akan ada saat di mana nanti engkau memercikkan air dingin ke wajahku saat ku enggan bangun.


Akan ada saat di mana nanti engkau menjadi seorang pangeran
yang datang menjemputku dan membawaku pulang ke istanamu.
Akan ada saat di mana nanti engkau mengajakku berjalan-jalan ke kerajaanmu dan
membawaku ke tempat tertinggi di menara istanamu.

Menara Asmaul Husna, Kediri

Akan ada saat di mana nanti engkau akhirnya membawaku ke tempat di mana aku mengukir segala mimpi untuk menjadi pejuang di jalanNya.
Akan ada saat di mana nanti aku bisa mendengar lantunan merdumu saat membaca kalamNya dengan lebih leluasa.
Akan ada saat di mana nanti kita saling menyimak hafalan yang lain di sela-sela waktuNya.


Semuanya, akan ada saatnya nanti...
Hai pangeran yang sedang bertakhta jauh di sana.
Semuanya, akan ada waktunya nanti...
Hai pangeran yang sedang berjuang mempersiapkan dirinya di sana.
Semuanya, akan tiba kalanya nanti...
Hai pangeran yang sedang menjaga hatinya di sana.

Simpang Lima Gumul, Kediri

Bersabarlah...
Karena semuanya indah pada waktunya.

“Ketika langkah ini belum sampai pada batas penantian
Aku takkan pernah merasa bosan
Menemukan dimana saat tempat ada sambutan kebahagiaan
Bukan hanya sekedar mimpiku dibawah terik mentari

Barangkali waktu telah membuat sesuatu yang lebih indah
Dari perkiraanku
Dan itu kan kudapati
Nanti esok atau lusa”
----

Friday, 22 June 2012

Menjalani TakdirNya


“Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib,

di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani.
Meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan
yang tersebut dalam nasib itu,
tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahNya.”
--Prof.Buya Hamka—